Home » Berita Pariwisata, Gua Batu Cermin » Gua Batu Cermin Labuan Bajo – Flores Barat – Nusa Tenggara Barat – Indonesia

Gua Batu Cermin Labuan Bajo – Flores Barat – Nusa Tenggara Barat – Indonesia

goa_batu

Selain komodo dan pantai pink-nya yang indah, sebenarnya Labuan Bajo juga memiliki obyek wisata yang juga tak kalah menarik untuk didatangi wisatawan. Namanya Goa Batu Cermin. Hanya sekitar 4 kilometer dari Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Anda sudah sampai di obyek wisata yang akhir-akhir ini diramaikan wisatawan dalam dan luar negeri.

Penemu goa ini adalah Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda yang juga seorang arkeolog, pada 1951. Obyek wisata seluas 19 hektar dengan tinggi goa sekitar 75 meter ini dipastikan ramai di siang hari. Untuk menuju goa, dari tempat parkir kendaraan, Anda harus berjalan kaki sekitar 300 meter menyusuri jalan setapak yang sudah diberi korn blok. Bisa dibayangkan berjalan di siang hari sudah tentu membuat keringat langsung mengucur deras.

Batu Cermin, sebenarnya adalah sebuah terowongan atau gua di bukit batu yang gelap di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sinar matahari masuk ke dalam gua melalui lubang dan kemudian memantul di dinding batu yang seolah-olah merefleksikan cahaya kecil ke area lain di dalam gua seperti sebuah cermin. Itulah sebabnya tempat ini disebut batu cermin.

Gua ini terletak di sebelah timur pelabuhan Labuan Bajo sekitar empat kilometer dari pusat kota. Gua ini memiliki hutan di mana Anda dapat menemukan kera ekor panjang dan babi hutan. Biro perjalanan menjual paket wisata ke Batu Cermin sebagai bagian dari program tur kota Labuan Bajo.

Dalam penelitiannya, Verhoven menyimpulkan bahwa Pulau Flores dulunya berada di dasar laut. Untuk mengetahui apa yang disimpulkan Verhoven, wisatawan akan dipandu memasuki goa sepanjang sekitar 200 meter. Memasuki goa, tubuh Anda akan diapit oleh tebing yang menjulang tinggi dan miskin sinar matahari. Semakin dalam memasuki goa, udara semakin sejuk dan semakin sedikit cahaya yang diperoleh.

Verhoven menyimpulkan goa ini dulunya berada di bawah laut berdasarkan temuan koral dan fosil satwa laut yang menempel di dinding goa. Yang paling terlihat adalah sebuah fosil kura-kura di dinding goa. Kalau Anda penasaran untuk melihat apa yang dikatakan Verhoven, Anda harus memasuki lubang yang cukup dimasuki oleh satu orang, tidak bisa berpapasan. Sebelum memasuki goa, Anda akan dibekali senter oleh pemandu wisata. Pasalnya, Goa Batu Cermin ini sangat gelap. Selain sempit, untuk masuk ke dalam goa, Anda harus menunduk, bila perlu merangkak karena stalaktit yang berada di atas gua.

Melihat fosil kura-kura di dinding goa, Anda harus berjalan sejauh sekitar 20 meter dan sudah tentu karena sempit, udara terbatas, napas pun terdengar ngos-ngosan. Untuk itu, wisatawan yang memasuki goa dibatasi, misalnya 10 orang sekali masuk dan yang lainnya menunggu di luar. Menunggu pun tidak terlalu lama, cuma 30 menit.

Di dalam goa barulah bisa terjawab soal fosil kura-kura dan mengapa dinamai Goa Batu Cermin. Pasalnya, di dalam goa ada lobang di atas yang kalau siang hari sinar matahari memasuki dalam goa melalui celah yang sempit itu. Saat hujan, air hujan akan memasuki goa dan menimbulkan genangan. Nah, genangan air yang terkena sinar matahari akan membuat Anda bisa melihat wajah sendiri di air hujan yang memenuhi goa. Itulah yang menyebabkan mengapa tempat ini dinamakan Goa Batu Cemin.

Gua Batu Cermin berada di Kampung Wae Kesambi, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores Barat, NTT. Letaknya 2,5 km dari Labuan Bajo. Gua ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi saat traveling ke Labuan Bajo.

©RIGHT: Indonesia Tropic Holidays Design : INDONESIA TROPIC HOLIDAYS; 2013 pulau-komodo.com · RSS · Designed by pulau-komodo.com · Powered by lombokMarine